[I Love Islam- Renungan] Mengapa Jadi Mukmin Terasa Berat?

May312012



Mungkin kita sering berfikir, mengapa sih menjadi mukmin itu rasanya berat? Kita harus berjuang melawan godaan nafsu dan bisikan setan yg demikian cerdik dalam menyesatkan. Akibatnya tidak jarang yang terjadi adalah hal ironi yg biasa digunakan untuk menyindir orang-orang muslim, mengapa para kriminal itu mayoritas orang muslim? Kalo memang islam itu baik mengapa yang terjadi justru demikian? Sebaliknya, yang bukan muslim malah kebanyakan menjadi terpandang di mata orang.

Kalau anda mendengar hal itu, jangan binggung. Ini bukan karna faktor Islamnya yang buruk. Tapi ada dua hal yang perlu kita sadari. Pertama, mereka menjadi seperti ini bukan karna Islamnya yg buruk dan mengajarkan keburukan. Tapi orang-orang itulah yang tidak memahami Islam dan tidak pula mengamalkanya. Kalau mereka memahami Islam dengan baik, lalu mengamalkanya, pasti mereka akan menjadi manusia terbaik di dunia.

Yang kedua, memang begitulah resiko menjadi orang mukmin. Dia punya musuh bernama setan yang akan terus menggoda dan menjerumuskanya dalam keburukan. Ulama Salaf mengatakan, hati itu ibarat rumah. Iman Adalah harta dan setan adalah pencurinya. Nah hati orang mukmin itu ibarat rumah yang ada hartanya. Semakin tinggi imannya semakin banyak harta benda di dalamnya. Oleh karenanya, setan sangat bernafsu untuk mengambil dan mengeruk harta itu sampai habis. Sedang hati orang kafir itu ibarat rumah yang tiada hartanya. Kosong melompong tanpa isi. Setan sudah tidak lagi nafsu untuk mencuri, mau mencuri apa? Wong tidak ada isinya? Iyaa kan? Yang dilakukan justru bagaimana caranya agar orang-orang kafir itu terkesan baik dan orang muslim terkesan buruk dan jahat. Sehingga manusia menjadi benci terhadap Islam karena ternyata kebanyakan orang Islam itu buruk. Sehingga merasa lebih baik jadi kafir, atheis ataupun apalah karena ternyata kebanyakan mereka terlihat baik.

Dengan ini kita tahu bahwa memang itulah resiko punya Iman. Kita akan dimusuhi oleh setan yang akan slalu berusaha menjerumuskan ke jurang kesesatan tanpa ada libur. Everyday Everytime Everywhere. Karenanya, menjadi Muslim itu memang tidak ringan dari segi penjagaan terhadap Iman. Tapi percayalah keyakinan inilah satu-satunya yang bisa menolong kita saat kelak semua dibuktikan. Yakni pada hari dimana orang-orang tidak beriman akan menyesal, mengapa dulu mereka tidak meyakini sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang muslim. Kita ini punya harta yang paling berharga, wajar jika kita jadi kebebanan untuk menjaganya. Jika ingin bebas ya sudah, biarkan saja rumah hati kita kosong. Iman hilang dan berbalik menjadi wadyabalanya setan. Mau?[copas by aviv]
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

3 tanggapan untuk "[I Love Islam- Renungan] Mengapa Jadi Mukmin Terasa Berat?"

Zain Putra pada 06:45 AM, 31-May-12

ass. . Subhanallah, sebenarnya posting yang bermanft ya spti ini, tanpa qt sadari, qt pun dpt pahala.. Trims inf0ny sob, salam kenal ya.

Nurmalisa Rahma Pratiwi pada 06:50 AM, 31-May-12

Walaikumsalam... Syukron sudah mampir... Salam kenal juga @Zain Putra,

WormTail | Andika Permana Nugraha pada 11:34 AM, 31-May-12

Assalamualaikum ukhty. . . Saranku: Untuk memperkuat keshahihan dan mengurangi subhat subhat dalam postingan diatas alangkah baiknya menyisipkan hadish2 shahih. . Insya Allah pembaca juga semakin yakin akan tujuan dan pesan2 moral yg ada didalamnya cheesy-grin wassalam. .

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar


 
Kembali ke Atas